Pages

Friday, October 16, 2009

Tiupkan Ruh Perjuangan!

Setiap kali saya melawat blog seorang ikhwah tu, pasti saya akan terdengar nasyid ini dinasyidkan. Dengan gaya dan rentaknya yang penuh bersemangat, memang orang-orang yang macam saya sangat suka. Saya memang jenis orang yang tidak berapa suka nasyid-nasyid tempatan kerana bak kata ayah saya; "Nasyid kat Malaysia ni semonel belaka!"

Bahkan seorang ikhwah dari seberang pernah mengatakan maksud yang lebih kurang sama; "Nasyid-nasyid di Malaysia ni lembik, tak bersemangat... Banyaknya berunsurkan cinta sahaja. Tiada soal perjuangan. Nah dengarkan lagu ini!" Lalu dipasangnya sebuah nasyid Jihad dari tanah airnya... "Saat langit berwarna merah saga, dan kerikil perkasa..."

Nah, saya dedikasikan sebuah nasyid perjuangan untuk ikhwah sekalian! Tanpa melupakan bahagian untuk diriku sendiri... Nah, moga engkau terus thabat!



Munsyid: Izzatul Islam
Penulis: Saya tak pasti

Menapaki langkah langkah berduri
Menyusuri rawa lembah dan hutan
Berjalan di antara tebing curam
Semua dilalui demi perjuangan

Letih tubuh di dalam perjalanan
Saat hujan dan badai merasuki badan
Namun jiwa harus terus bertahan
Karena perjalanan masih panjang

Kami adalah tentara Allah
Siap melangkah menuju ke medan juang
Walau tertatih kaki ini berjalan
Jiwa perindu syahid tak akan tergoyahkan

Wahai tentara Alloh bertahanlah
Jangan menangis walau jasadmu terluka
Sebelum engkau bergelar SYUHADA
Tetaplah bertahan dan bersiap siagalah!

--
Ya Allah tiupkan ruh perjuangan dalam hati kami..!

Nota: Jangan dengar lagu ni sampai lupa untuk membaca al-Qur'an, sumber utama kekuatan hati kita.

2 comments:

+akufobia+ said...

aa.best ni.

Mashizaki Keikan said...

aa kat depan tu as in "aaahhhh", atau "acapAmin said:"?

hmmm.................................memang best.

Twitter Updates

    follow me on Twitter
    "Jalan dakwah hanya satu. Jalan inilah yang dilalui oleh Rasulullah s.a.w. dan para sahabat baginda. Demikian juga kita dan para pendokong dakwah, sama-sama melaluinya berpandukan taufik dari Allah s.w.t. Kita dan mereka melaluinya berbekalkan iman, amal, mahabbah (kasih sayang) dan ukhuwwah (persaudaraan). Rasulullah s.a.w. menyeru mereka kepada iman dan amal, kemudian menyatupadukan hati-hati mereka di atas dasar mahabbah dan ukhuwwah. Berpadulah kekuatan iman, kekuatan akidah dan kekuatan kesatuan. Jadilah jamaah mereka jamaah yang ideal sebagai model. Kalimahnya mesti lahir dan dakwahnya pasti menang walaupun ditentang oleh seluruh penghuni muka bumi ini." [Syeikh Mustafa Masyhur]